Representasi Emosi dan Harapan pada Lirik Lagu “Terbuang dalam Waktu” Karya Barasuara Kajian Stilistika dan Retorika

Penulis

  • Sarwatul Mufidah Universitas Negeri Makassar

DOI:

https://doi.org/10.59638/isolek.v3i2.613

Kata Kunci:

Stylistics, Rhetoric, Song lyrics, Emotion, Hope

Abstrak

Lirik lagu tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media komunikasi yang mampu menyampaikan pesan emosional dan sosial kepada pendengar. Lagu “Terbuang dalam Waktu” karya Barasuara menarik untuk dikaji karena menghadirkan perpaduan tema duka dan harapan dengan gaya bahasa yang khas, terlebih lagi popularitasnya meningkat setelah digunakan sebagai soundtrack film Sore: Istri dari Masa Depan, yang membuat lagu ini lebih dikenal luas oleh publik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana emosi dan harapan direpresentasikan dalam lirik lagu “Terbuang dalam Waktu” melalui analisis stilistika dan retorika. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan data berupa teks lirik lagu. Analisis dilakukan dengan cara mengidentifikasi perangkat stilistika seperti repetisi, paralelisme, dan metafora, serta perangkat retorika seperti pertanyaan retoris, diksi penguatan, dan perorasi, kemudian ditafsirkan dalam kerangka teori bahasa dan komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bagian awal lirik didominasi oleh emosi negatif berupa kesedihan, luka batin, dan keraguan yang diekspresikan melalui gaya bahasa repetisi, paralelisme, serta pertanyaan retoris. Titik balik muncul pada kata performatif “berubah” yang menandai pergeseran wacana dari keputusasaan menuju tindakan. Bagian akhir menampilkan representasi harapan dan cinta yang disimbolkan melalui metafora pertumbuhan, dukungan emosional, dan pernyataan “cinta tak kenal waktu” sebagai puncak pesan. Perpaduan gaya bahasa dan perangkat retorika tersebut membuat pesan lagu tersampaikan secara kuat dan emosional, sehingga pendengar bukan hanya memahami isi lirik, tetapi juga ikut merasakan perjalanan dari duka menuju harapan.

Referensi

Austin, J. L. (1975). How to do things with words. Harvard university press.

Creswell, J. W. (2014). Research desing: qualitative, quantitative and mixed methods approaches (Vol. 54). United State of America: Sage Publications.

Effendi, A. (2024). Analisis gaya bahasa lirik lagu band Payung Teduh dalam album Dunia Batas (kajian stilistika). MEDAN MAKNA: Jurnal Ilmu Kebahasaan dan Kesastraan, 22(1), 66-79.

Fadhila, F. (2025). “Terbuang Dalam Waktu” viral, film “Sore” jadi pemicu. RRI. https://rri.co.id/index.php/hiburan/1712010/terbuang-dalam-waktu-viral-film-sore-jadi-pemicu

Ferdiansyah, M. F., Meliala I, R. M., & Bender Ii, G. W. (2025). Makna Komunikasi Keluarga Dalam Narasi Visual Dan Lirik Lagu Berjudul Terbuang Dalam Waktu Karya Barasuara. JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah, 10(2), 529–547. https://doi.org/10.24815/jimps.v10i2.34018

Gorys, K. (2009). Diksi dan gaya bahasa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Hendricks, W. O. (1966). Linguistic Structures in Poetry. Language, 42(3), 639. https://doi.org/10.2307/411416

Johnson, M., & Lakoff, G. (1980). Metaphors we live by (Vol. 1, p. 980). Chicago: University of Chicago press.

Kennedy, G. A. (1991). On rhetoric: A theory of civic discourse.

Keraf, G. (1984). Diksi dan gaya bahasa: komposisi lanjutan I. (No Title).

Kusuma, A. M. (2025). Musik sebagai Sarana Terapi dalam Pendidikan: Perspektif Neuroscience dan Neuroeducation. Irama: Jurnal Seni, Desain Dan Pembelajarannya, 7(1), 33-41. https://doi.org/10.17509/irama.v7i1.80905

Lazarus, R. S. (1991). Emotion and adaptation. Oxford University Press.

Levinson, S. C. (1983). Pragmatics. Cambridge university press.

Moleong, L. J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif Remaja Rosdakarya. Inter Komunika, Stikom InterStudi, 4(13), 543-560.

Nugroho, T. D. S. (2024). Produksi Musik Digital Dalam Kurikulum Pembelajaran Smk Seni Musik. SENDIKRAF Jurnal Pendidikan Seni Dan Industri Kreatif, 5(1), 25-31. https://doi.org/10.70571/psik.v5i1.130

Scherer, K. R. (2005). What are emotions? And how can they be measured?. Social science information, 44(4), 695-729. https://doi.org/10.1177/0539018405058216

Searle, J. R. (1969). Speech acts: An essay in the philosophy of language. Cambridge university press. https://doi.org/10.1017/CBO9781139173438

Setiawati, A. M., Ayu, D. M., Wulandari, S., & Putri, V. A. (2021). Analisis gaya bahasa dalam lirik lagu “Bertaut” Nadin Amizah: Kajian stilistika. Jurnal Penelitian Humaniora, 26(1), 26-37. https://doi.org/10.21831/hum.v26i1.41373

Snyder, C. R. (2002). Hope theory: Rainbows in the mind. Psychological inquiry, 13(4), 249-275. https://doi.org/10.1207/S15327965PLI1304_01

Sugiyono, D. (2013). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D.

Yohanis, E., & Dwivayani, K. D. (2024). Makna cinta sempurna (Consummate Love) dalam lirik dan visual pada video klip “Asmalibrasi” karya Soegi Bornean. Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi), 8(2), 351-360. https://doi.org/10.35870/jtik.v8i2.2237

##submission.downloads##

Diterbitkan

2025-09-27

Cara Mengutip

Mufidah, S. (2025). Representasi Emosi dan Harapan pada Lirik Lagu “Terbuang dalam Waktu” Karya Barasuara Kajian Stilistika dan Retorika. ISOLEK: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, Bahasa, Dan Sastra, 3(2), 18–32. https://doi.org/10.59638/isolek.v3i2.613