Analisis Petanda dan Penanda pada Lirik Lagu “Sedia Aku Sebelum Hujan” Karya Idgitaf Perspektif Ferdinand De Saussure
DOI:
https://doi.org/10.59638/isolek.v4i2.910Kata Kunci:
Ferdinand de Saussure; Song Lyrics; Signifier and Signified; Sign Value; SemioticsAbstrak
Lirik lagu adalah salah satu bentuk karya sastra yang mengandung tanda-tanda bahasa untuk mengungkapkan perasaan, pengalaman, dan gambaran kehidupan sosial. Penelitian ini berfokus pada analisis petanda (signified) dan penanda (signifier) dalam lirik lagu "Sedia Aku Sebelum Hujan" karya Idgitaf sebagai objek kajian semiotika. Tujuan penelitian ini adalah menemukan dan menjelaskan makna yang tersembunyi dalam lirik tersebut, khususnya melalui hubungan antara petanda sebagai wujud fisik bahasa dan penanda sebagai konsep makna yang muncul dari tanda tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan data yang dikumpulkan melalui teknik simak dan catat pada kata, frasa, serta kalimat yang mengandung unsur tanda dalam lirik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanda seperti "dingin", "hangat", "beku", "panas", "angin", "bekal di peperangan", "tak punya pilihan", dan "ini janjiku" mengandung makna konotatif berupa kesepian, pengorbanan, ketulusan, kesetiaan, dan ikatan emosional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lagu "Sedia Aku Sebelum Hujan" tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai sarana penyampaian makna yang mencerminkan pengalaman emosional dan realitas kehidupan pendengar dengan pola dominan kesiapan untuk hadir serta berkorban dalam berbagai kondisi kehidupan.
Referensi
Akashi, N. U. (2025). Lirik lagu Sedia Aku Sebelum Hujan Idgitaf beserta maknanya. detikJateng. https://www.detik.com/jateng/budaya/d-8173744/lirik-lagu-sedia-aku-sebelum-hujan-idgitaf-beserta-maknanya
Amaliyaturrahmah, H. (2026). Sedia aku sebelum hujan: Analisis tindak tutur dan implikatur lirik lagu karya Idgitaf. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa, 5(1). https://doi.org/10.55606/jurribah.v5i1.7761
Equira, P., & Sholikhati, N. I. (2026). Analisis wacana kritis Teun A. van Dijk pada lagu “Sedia Aku Sebelum Hujan” karya Idgitaf. Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya, 10(1), 46–59. https://doi.org/10.17977/um007v10i12026p46-59
Fitriani, Setyadi, R. O., & Yunus, S. (2026). Analisis lirik lagu “Sedia Aku Sebelum Hujan” karya Idgitaf lewat kajian semantik. Jurnal Psikososial dan Pendidikan, 2(1), 896–910.
Humaira, H. W., Firdaus, A., & Suparman, F. (2022). Konstruksi nilai-nilai syukur dalam lirik lagu (analisis semiotika Ferdinand de Saussure pada lirik lagu “Cukup Lebih Baik”). Literasi: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya, 6(2), 378–389. https://doi.org/10.25157/literasi.v6i2.7346
Idgitaf. (2025, 7 Oktober). Idgitaf - Sedia Aku Sebelum Hujan (Official Lyric Video) [Video]. YouTube. https://www.youtube.com/watch?v=yIPX-FNJ9qk
Iskandar, A. N. (2023). Pembelajaran seni musik. Zeenbook Publishing.
Lakoff, G., & Johnson, M. (2003). Metaphors we live by. University of Chicago Press.
Mayring, P. (2014). Qualitative content analysis: Theoretical foundation, basic procedures and software solution. https://nbn-resolving.org/urn:nbn:de:0168-ssoar-395173
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Nowell, L. S., Norris, J. M., White, D. E., & Moules, N. J. (2017). Thematic analysis: Striving to meet the trustworthiness criteria. International Journal of Qualitative Methods, 16(1), 1609406917733847. https://doi.org/10.1177/1609406917733847
Oktavianto, R., & Sufanti, M. (2026). Pemanfaatan majas dan citraan dalam lagu Menjelma Cahaya karya Pusakata sebagai bahan ajar menulis puisi. Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 14(1), 67–84. https://doi.org/10.20961/basastra.v14i1.110750
Puspitasari, D. S., Wulansari, D., Sari, K. N. M., & Muhclisah, M. M. (2026). Bentuk afiks dalam lirik lagu Sedia Aku Sebelum Hujan karya Idgitaf kajian morfologi. Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu, 3(1), 101–105. https://doi.org/10.69714/1hwvs356
Salsabila, N., Nisa’, F., Al-Khanifah, H. K., & Bakar, M. Y. A. (2026). Bahasa, pikiran, dan budaya: Analisis semantik terhadap fungsi bahasa sebagai alat komunikasi. Journal Sains Student Research, 4(1), 309–320. https://doi.org/10.61722/jssr.v4i1.7847
Saussure, F. de. (1983). Course in general linguistics (C. Bally & A. Sechehaye, Eds.; R. Harris, Trans.). Duckworth. (Original work published 1916)
Shalaika, M. D., Wati, W. K., & Sukarno. (2025). Analisis penggunaan makna diksi pada lirik lagu “Malam Tak Berjudul” karya Monica Christiana. Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra), 10(1), 147–157. https://doi.org/10.36709/bastra.v10i1.677
Syafroni, R. N., & Afandi, A. K. (2026). Pengungkapan makna majas lirik lagu Sedia Aku Sebelum Hujan karya Idgitaf. Kode: Jurnal Bahasa, 15(1), 100–108. https://doi.org/10.24114/evk53885
Ulviani, M., Kemala, R., Rimang, S. S., Haslinda, H., & Amin, S. (2025). Kritik sastra terhadap puisi yang dihasilkan AI oleh siswa SMP Unismuh Makassar. ISOLEK: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, Bahasa, dan Sastra, 3(2), 70–77. https://doi.org/10.59638/isolek.v3i2.763
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Ramadhatul Nur 'Azizah, Kardi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
ISOLEK: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, Bahasa, dan Sastra | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam Makassar | Jl. Perintis Kemerdekaan Km. 09 No. 29 Makassar, Sulawesi Selatan Indonesia| International Journal of Community Service Learning is licensed under This work is licensed under Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.


