Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran Sains: Studi Komparatif Inovasi Kurikulum Indonesia dan Jepang
DOI:
https://doi.org/10.59638/teknos.v4i1.757Kata Kunci:
Kecerdasan Buatan, Pembelajaran Sains, Pembelajaran Mendalam, Kurikulum Merdeka, Studi KomparatifAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif integrasi kecerdasan buatan dalam pembelajaran sains pada kerangka kurikulum nasional Jepang dan Indonesia, dengan perhatian khusus pada dukungan terhadap pembelajaran mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif komparatif melalui analisis dokumen terhadap kebijakan kurikulum resmi, laporan pemerintah, dan literatur ilmiah yang berkaitan dengan pendidikan sains dan teknologi pendidikan. Analisis difokuskan pada dasar penyusunan kurikulum, tujuan, struktur, materi pembelajaran, metode pembelajaran, serta praktik asesmen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jepang telah mengintegrasikan kecerdasan buatan secara sistemik dalam pembelajaran sains melalui kebijakan nasional yang konsisten dan dukungan infrastruktur digital yang kuat, sehingga memungkinkan pembelajaran berbasis data, simulasi ilmiah, dan asesmen formatif. Sementara itu, Indonesia melalui Kurikulum Merdeka menunjukkan potensi yang kuat untuk integrasi kecerdasan buatan karena desain kurikulumnya yang fleksibel, berpusat pada peserta didik, dan berbasis proyek, meskipun implementasinya masih bersifat implisit dan belum merata di berbagai konteks pendidikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi kecerdasan buatan yang efektif dalam pembelajaran sains memerlukan kesiapan teknologi, kerangka kebijakan yang jelas, panduan pedagogis, serta penguatan kapasitas guru agar pembelajaran mendalam dapat terwujud dan kualitas pembelajaran sains meningkat.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Fajar Ari Nugraha

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.



