Perkembangan Motorik Halus melalui Kegiatan Mosaik pada Anak Usia 4–5 Tahun: Studi Kualitatif Deskriptif di Kelompok Bermain
DOI:
https://doi.org/10.59638/ihyaulum.v4i2.900Kata Kunci:
keterampilan motorik halus, kegiatan mosaik, pendidikan anak usia dini, koordinasi mata-tangan, menjepit genggamAbstrak
Perkembangan motorik halus merupakan aspek fundamental dalam pertumbuhan anak usia dini, yang menyediakan landasan neuromuskular untuk kemandirian sehari-hari dan kesiapan akademik. Studi ini mendeskripsikan dan menganalisis perkembangan motorik halus anak usia 4–5 tahun melalui kegiatan mozaik terstruktur di Kelompok Bermain Katolik Santa Miriam Kamanasa, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Dengan menggunakan desain kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur dengan guru, serta dokumentasi karya seni anak selama enam minggu (Maret–April 2026). Peserta penelitian terdiri dari 21 anak dari Kelompok A. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman, yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang dapat diamati pada empat indikator motorik halus: (1) ketangkasan jari dan koordinasi mata-tangan; (2) pengaturan spasial potongan mozaik menjadi pola yang koheren; (3) ketepatan dalam mengaplikasikan perekat dan menempatkan material; serta (4) penyelesaian karya seni secara mandiri. Anak-anak secara bertahap beralih dari menggenggam menggunakan seluruh telapak tangan menjadi menggunakan jepitan jari (pincer grip) yang lebih terampil saat memegang potongan kecil kertas origami dan pecahan cangkang telur. Konsentrasi, kesabaran, dan kemandirian dalam menyelesaikan tugas juga meningkat selama periode observasi. Meskipun terdapat perbedaan individual—di mana beberapa anak masih memerlukan bimbingan saat menangani material berukuran kecil—secara keseluruhan, lintasan perkembangan menunjukkan bahwa kegiatan mozaik mendukung perkembangan motorik halus sesuai dengan standar pendidikan anak usia dini nasional. Temuan ini menyoroti nilai pedagogis dari penggunaan material yang terjangkau dan tersedia secara lokal di lingkungan pendidikan anak usia dini pedesaan, serta memberikan rekomendasi praktis bagi para pendidik maupun peneliti di masa mendatang.
Referensi
Beery, K. E., Buktenica, N. A., & Beery, N. A. (2010). Beery VMI: Beery-Buktenica Developmental Test of Visual-Motor Integration (6th ed.). Pearson.
Blair, C., & Diamond, A. (2008). Biological processes in prevention and intervention: The promotion of self-regulation as a means of preventing school failure. Development and Psychopathology, 20(3), 899–911. https://doi.org/10.1017/S0954579408000436
Cameron, C. E., Brock, L. L., Murrah, W. M., Bell, L. H., Worzalla, S. L., Grissmer, D., & Morrison, F. J. (2012). Fine motor skills and executive function both contribute to kindergarten achievement. Child Development, 83(4), 1229–1244. https://doi.org/10.1111/j.1467-8624.2012.01768.x
Case-Smith, J. (2002). Effectiveness of school-based occupational therapy intervention on handwriting. American Journal of Occupational Therapy, 56(1), 17–25. https://doi.org/10.5014/ajot.56.1.17
Case-Smith, J., & O’Brien, J. C. (Eds.). (2015). Occupational Therapy for Children and Adolescents (7th ed.). Elsevier.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Diamond, A. (2000). Close interrelation of motor development and cognitive development and of the cerebellum and prefrontal cortex. Child Development, 71(1), 44–56. https://doi.org/10.1111/1467-8624.00117
Dinehart, L., & Manfra, L. (2013). Associations between low-income children’s fine motor skills in preschool and academic performance in second grade. Early Education and Development, 24(2), 138–161. https://doi.org/10.1080/10409289.2011.636729
Grissmer, D., Grimm, K. J., Aiyer, S. M., Murrah, W. M., & Steele, J. S. (2010). Fine motor skills and early comprehension of the world: Two new school readiness indicators. Developmental Psychology, 46(5), 1008–1017. https://doi.org/10.1037/a0020104
Halilah, D., & Suzanti, L. (2023). Optimalisasi perkembangan motorik halus anak usia dini melalui teknik mozaik. JEA (Jurnal Edukasi AUD), 8(2), 213. https://doi.org/10.18592/jea.v8i2.6702
Jaya, S., & Sartika, D. (2023). Peningkatan kemampuan motorik halus melalui teknik mozaik anak kelompok B di TK Ar Raudhah. Innovative: Journal of Social Science Research, 3(2), 14447–14459.
Kamala, D., & Chandra, R. (2021). Kajian wacana upaya meningkatkan motorik halus melalui kegiatan bermain plastisin pada anak usia 5–6 tahun. Journal of Early Childhood Inclusive Education, 4(1), 35–42. https://doi.org/10.31537/jecie.v4i1.494
Kemendikbud. (2014). Permendikbud_tahun2014_nomor137.
Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic Inquiry. SAGE Publications.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook (2nd ed.). SAGE Publications.
Nisak, K., & Aulina, C. N. (2024). Meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 4–5 tahun melalui kegiatan mozaik dengan memanfaatkan cangkang kupang di RA Aisyiyah 4 Kedungbanteng. JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7(8), 9325–9333. https://doi.org/10.54371/jiip.v7i8.5140
Papalia, D. E., & Martorell, G. (2021). Experience Human Development (14th ed.). McGraw-Hill Education.
Piaget, J. (1952). The Origins of Intelligence in Children. In M. Cook (Ed.), The origins of intelligence in children. W W Norton & Co. https://doi.org/10.1037/11494-000
Primayana, K. H. (2020). Meningkatkan keterampilan motorik halus berbantuan media kolase pada anak usia dini. Purwadita: Jurnal Agama Dan Budaya, 4(1), 91–100. https://doi.org/10.55115/purwadita.v4i1.544
Rahim, N. A., Musi, M. A., & Rusmayadi, R. (2020). Pengaruh kegiatan mozaik terhadap kemampuan motorik halus anak pada Kelompok B Taman Kanak-Kanak. Tematik: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Pendidikan Anak Usia Dini, 6(1), 15. https://doi.org/10.26858/tematik.v6i1.14434
Randani, R., Zulkarnain, A. I., & Aghnaitaa, A. (2024). Peningkatan keterampilan motorik halus melalui teknik mozaik TK Islam Nahdatul Ulama Palangka Raya. Tinta Emas: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 3(1), 211–218. https://doi.org/10.35878/tintaemas.v3i1.1169
Ranti, R., Nurmalina, N., & Lesmana, M. (2023). Meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan mozaik. Jurnal Pendidikan Tuntas, 1(4), 182–187. https://doi.org/10.37985/jpt.v1i4.235
Rezieka, D. G., Munastiwi, E., Na’imah, N., Munar, A., Aulia, A., & Bastian, A. B. F. M. (2022). Memfungsikan jari jemari melalui kegiatan mozaik sebagai upaya peningkatan motorik halus anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(5), 4321–4334. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i5.2501
Rijali, A. (2018). Analisis data kualitatif. Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, 17(33), 81–95. https://doi.org/10.18592/alhadharah.v17i33.2374
Rukminingsih, G. (2020). Metode Penelitian Pendidikan: Penelitian Kuantitatif, Penelitian Kualitatif, dan Penelitian Tindakan Kelas. Erhaka Utama.
Saleh, A. (2017). Analisis Data Kualitatif. Pustaka Ramadhan.
Santrock, J. W. (2011). Child Development (13th ed.). McGraw-Hill.
Schmidt, R. A., & Lee, T. D. (2011). Motor Control and Learning: A Behavioral Emphasis (5th ed.). Human Kinetics.
Shonkoff, J. P., & Phillips, D. A. (Eds.). (2000). From Neurons to Neighborhoods: The Science of Early Childhood Development. National Academy Press.
Sukmawati, A., Rahman, T., & Giyartini, R. (2021). Media mozaik untuk memfasilitasi perkembangan motorik halus anak usia 4–5 tahun: Tinjauan literatur sistematis. Jurnal PAUD Agapedia, 5(2), 246–252. https://doi.org/10.17509/jpa.v5i2.40924
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Harvard University Press.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Agnes Serlivan Eno, Yohana Yuniati, Credo G. Betty, Theodorina N. Seran

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.















