Peningkatan Kemampuan Bahasa Ekspresif Anak Melalui Kegiatan Bermain Peran
DOI:
https://doi.org/10.59638/ihyaulum.v2i3.392Kata Kunci:
Bahasa Ekspresif, Anak Usia Dini, Bermain PeranAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode bermain peran dalam meningkatkan bahasa ekspresif anak usia dini di TK Dua Putra Mahkota. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, yang melibatkan 10 anak kelompok B sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan guru dan orang tua, serta dokumentasi aktivitas pembelajaran. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode bermain peran secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan bahasa ekspresif anak. Anak-anak menjadi lebih percaya diri dalam menyampaikan ide, perasaan, dan gagasan. Selain itu, aktivitas bermain peran membantu meningkatkan kosakata, artikulasi, dan struktur kalimat anak. Observasi menunjukkan peningkatan kemampuan berbicara anak dalam tanya jawab dan kegiatan bercerita di depan kelas. Wawancara dengan guru dan orang tua juga mengungkapkan bahwa metode ini efektif membangun keberanian anak untuk berkomunikasi lebih lancar. Dengan demikian, metode bermain peran direkomendasikan sebagai strategi pembelajaran untuk mengembangkan bahasa ekspresif anak usia dini, mengingat efektivitasnya dalam menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan interaktif.
Referensi
Ancok, D. (2002). Outbound management training. Yogyakarta : UII Press
Anonymous. (2015). Memahami outbond.. [online]. Available: http://widhoy.multiply.com Accesed 22 Mei 2016]
Asti, Badiatul M. (2009). Fun Outbound. Yogyakarta : DIVA Press
Avaliable : https://spektrumku.wordpress.com [Accesed 11 Agustus 2016]
Avaliable : www.ilmupsikologi.com>20016>03 [Accesed 11 Agustus 2016]
Dahlan, D. (2000). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung : PT Remaja Rosdakarya
Desler, G.(1998). Manajemen sumber daya manusia. [online]. Available:www.kemah-alam.com [Accesed 22 Mei 2016]
Elizabeth B. Hurlock. Jilid 1 edisi keenam.Alih bahasa perkembangan anak bab 7.Jakarta : Erlangga
Hamalik, O. (2003). Pendekatan baru strategi belajar mengajar berdasarkan CBSA. Bandung : Sinarbaru
Hastuti. (2012). Psikologi Perkembangan Anak. Jakarta : Tugu Publiser
Hurlock, Elizabeth B. (1978). Perkembangan Anak. Terj. Tjandrasa dan Zarkasih. Jakarta : Erlangga
Iffatur, L. (2012). Model pembelajaran outbond untuk anak usia dini jurnal pedagogik.1,No.2.
Kamus Besar Bahasa Indonesia vs Advancea Learner Dictionary. [online].
Kato, L. (2016). Pengertian metode outbond management training. [online].
Mayke S. Tejdasaputra. (2003). Bermain, mainan dan permainan. Jakarta : PT.Grasindo
Moeslichaton, R. (1999). Metode pengajaran di taman kanak-kanak. Jakarta: Rineka cipta
Musi, M. A. (2017). Kontribusi Bermain Peran untuk Mengembangkan Sosial-Emosional Anak Usia Dini. Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(2).
Sudono, A. (2009). Pengembangan Anak Usia Dini. Jakarta : PT Gramedia
Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alphabeta
Suyanto, K. (2007). English for young learners. Jakarta : Bumi Aksara
Suyatno. (2005). Permainan pendukung pembelajaran bahasa dan sastra. Jakarta: Grasindo
Tampubolon, S. (2014). Penelitian tindakan kelas (sebagai pengembangan profesi pendidik dan keilmuan). Jakarta : Erlangga
Tedjasaputra, M, S. (2001). Bermain mainan dan permainan untuk pendidikan anakusia dini. Jakarta : Grasindo
Uwes, A.(2003). Siklus experiental learning. [online]. Available: http://fakultasluarkampus.ne.com [Accesed 20 Mei 2016]
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Sunarti, Nirwana, Nasaruddin

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.














