Konstruksi Kritik Ilmiah terhadap Wacana Bahasa dan Sastra Digital dalam Perspektif Ahlussunnah Wal Jamaah

Penulis

  • Nur Hikmah Yansari Universitas Islam Makassar
  • Mutmainnah Mutmainnah Universitas Islam Makassar
  • Febriadri Febriadri Universitas Islam Makassar
  • Wiranto Wiranto Universitas Islam Makassar
  • Erniati Erniati Universitas Islam Makassar https://orcid.org/0009-0003-4387-8454

DOI:

https://doi.org/10.59638/isolek.v4i2.929

Kata Kunci:

Digital Discourse And Language, Digital Literature, Critical Discourse Analysis, Ahlussunnah Wal Jamaah, Digital Literacy

Abstrak

Perkembangan bahasa dan sastra digital menghadirkan dinamika baru dalam praktik komunikasi yang tidak hanya bersifat linguistik, tetapi juga ideologis dan sosial, sehingga memerlukan kajian kritis berbasis nilai keislaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik wacana bahasa dan sastra digital serta mengonstruksi kritik ilmiah terhadapnya dalam perspektif Ahlussunnah Wal Jamaah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain analisis wacana kritis terhadap 30 teks digital yang berasal dari media sosial, blog, dan karya sastra daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa digital didominasi oleh penggunaan bahasa informal, singkatan, simbol, serta gaya ekspresif yang mendukung budaya viralitas, sementara sastra digital berkembang dalam bentuk puisi digital, cerpen daring, dan narasi berbasis utas yang bersifat interaktif. Selain itu, ditemukan dua kecenderungan utama dalam wacana digital, yaitu konstruktif (60%) dan destruktif (40%). Dalam perspektif Ahlussunnah Wal Jamaah, nilai tawasuth, tawazun, tasamuh, dan i’tidal muncul dalam wacana digital, namun implementasinya belum optimal. Dengan demikian, kritik ilmiah berbasis nilai moderasi Islam diperlukan untuk membangun wacana digital yang lebih etis, seimbang, dan bertanggung jawab.

Referensi

Annur, Z. (2026). Peran media digital dalam penguatan moderasi beragama di kalangan mahasiswa. Maliki Interdisciplinary Journal, 4(6), 2158–2165.

Arini, A. D., Gandara, G., Muliyanti, I., Rionggo, P., Taopik, U. T., Ruslan, Y., & Asrofi, I. (2026). Internalisasi Nilai-Nilai Aswaja dalam Konten Dakwah Digital: Analisis Konten TikTok dan YouTube Perspektif Islam Nusantara. RISOMA: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan, 4(1), 288–302. https://doi.org/10.62383/risoma.v4i1.1500

Astri, N. D. (2025). Analisis Keterampilan Literasi Digital Siswa Dalam Menanggapi Hoaks Isu Sosial Politik Di Media Sosial. PENDIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial), 4(2), 27-37. https://doi.org/10.61721/pendis.v4i2.610

Damayanti, N. A. (2025). Legitimasi Aturan Berjilbab dalam Akun TikTok @okisetianadewi_official: Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Millatuna: Jurnal Studi Islam, 2(2), 153–164. https://doi.org/10.33752/mjsi.v2i02.8969

Harjono, H. S. (2018). Literasi Digital: Prospek dan Implikasinya dalam Pembelajaran Bahasa. Pena: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 8(1), 1-7.

Husniati, N., & Bik, M. T. N. (2025). Dinamika Bahasa Dalam Media Sosial: Pengaruh Platform Digital Terhadap Gaya Berbahasa Pengguna. Journal Education, Sociology and Law, 1(1), 780-793.

Husnullail, M., & Jailani, M. S. (2024). Teknik pemeriksaan keabsahan data dalam riset ilmiah. Jurnal Genta Mulia, 15(2), 70-78.

Mahyudin, Habib, M. A. F., & Sulvinajayanti. (2022). Dinamika Pengarusutamaan Moderasi Beragama dalam Perkembangan Masyarakat Digital. Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial, 6(1), 1–15. https://doi.org/10.30762/asketik.v6i1.181

Malikha, U. (2023). Analisis Wacana Kritis terhadap Representasi Kekuasaan dalam Berita Politik tentang Pemilu. Jurnal Tinta, 5(1), 139–147. https://doi.org/10.35897/jurnaltinta.v5i1.1904

Manullang, E. R., Chairunisa, H., & Dalimunthe, S. F. (2026). Konstruksi Ideologi dalam Wacana Video “Darurat Militer”: Analisis Wacana Kritis Pendekatan Norman Fairclough. Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan, 5(2), 647–656. https://doi.org/10.55606/inovasi.v5i2.7187

Muchtar, M. C., Mantasiah, R., & Juanda, J. (2025). Strategi Penguasaan Literasi Digital dan Pemahaman Wacana. Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran, 14(1), 89-96. https://doi.org/10.35194/alinea.v14i1.4965

Pribadi, R., Lustyatie, N., & Zuriyati, Z. (2024). Menyoal penelitian analisis wacana kritis di Indonesia: Meninjau aspek jenis penelitian, subjek penelitian, dan model analisis. Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 8(2), 202-209. https://doi.org/10.30998/jh.v8i2.3393

Putri, R. D. P., & Febrilia, Y. (2023). Pembelajaran bahasa dan sastra indonesia berbasis literasi digital ditinjau dari kurikulum merdeka. Scholarly Journal of Elementary School, 3(2), 146-159. https://doi.org/10.21137/sjes.2023.3.2.8

Qolby, H. R. A., & Kholifah, A. (2025). Urgensi moderasi agama di era globalisasi. Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisipliner, 2(01), 1013-1022.

Qomaruddin, Q., & Sa'diyah, H. (2024). Kajian teoritis tentang teknik analisis data dalam penelitian kualitatif: Perspektif Spradley, Miles dan Huberman. Journal of Management, Accounting, and Administration, 1(2), 77-84.

Rimang, S. S. (2025). Bahasa Dan Aktivisme: Analisis Wacana Kritis Terhadap Gerakan Sosial Di Era Digital. Jurnal Keilmuan dan Pengajaran, 9(2), 23-31.

Rohmawati, A., Yulianto, B., Mulyono, M., & Ahmadi, A. (2024). Analisis Wacana Digital: Reviu Literatur. Deiksis, 16(2), 180-191. http://dx.doi.org/10.30998/deiksis.v16i2.22983

Rusli, A., Fadhil, M., Ishaq, M., Hidayatullah, R., & Harmonedi, H. (2025). Strategi Pengumpulan dan Pengelolaan Data dalam Penelitian Pendidikan: Kajian Teoretis dan Praktis. IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam, 3(3), 573-581.

Setiawan, K. E. P., Arwansyah, Y. B., & Sumarlam, S. (2022). Analisis Wacana Kritis Berita Daerah Ngawi dalam Media Daring radarmadiun. co. id Edisi Oktober 2021. Jurnal Sastra Indonesia, 11(2), 92-99.

Sudianto, R., Agustina, W., Jannah, A. K., & Hidayah, R. A. (2025). Analisis Literasi Digital dan Berpikir Kritis Mahasiswa pada Era Media Sosial. Leksikon: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Budaya, 3(2), 45–50. https://doi.org/10.59632/leksikon.v3i2.476

Sudikan, S. Y. (2015). Pendekatan Interdisipliner, Multidisipliner, dan Transdisipliner dalam Studi Sastra. Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya, 2(1).

Suhardi, S., & Salamah, S. (2025). Bahasa Sebagai Alat Hegemoni: Studi Literatur Tentang Wacana Media. Journal Media Public Relations, 5(1), 8-16.

Suminar, S., Maulida, N., & Rachman, I. F. (2024). Strategi Peningkatan Kualitas Literasi Digital Pada Masyarakat. Jurnal Bima : Pusat Publikasi Ilmu Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 2(2), 200–209. https://doi.org/10.61132/bima.v2i2.846

Sumiyati, & Mulyati, Y. (2025). Digitalisasi Sastra Indonesia: Demokratisasi Akses atau Dehumanisasi Pembacaan? Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa dan Sastra, 11(3), 2784-2797.

Ulviani, M. (2025). Pendidikan Karakter Gen-Alpha dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia: Strategi Guru dalam Mengintegrasikan Nilai Moral dan Literasi Digital. Zenodo. org, 1(2), 16. https://doi.org/10.5281/zenodo.17606321

Ulya, R. H. (2024). Transformasi Makrolinguistik Bahasa Indonesia dalam Gamitan Media Digital: Analisis Wacana Kritis pada Platform Media Sosial. (2024). Jurnal Ilmiah Langue and Parole, 8(1), 91-99. https://doi.org/10.36057/jilp.v8i1.717

Wulandari, D. A., Handayani, S., & Faruq Hanafi, M. (2025). Pengaruh Literasi Digital Terhadap Keterampilan Menulis Teks Narasi Peserta Didik Kelas IV Sekolah Dasar. Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan, 4(4), 2002–2009. https://doi.org/10.56916/ejip.v4i4.2178

Diterbitkan

2026-09-30

Cara Mengutip

Yansari, N. H., Mutmainnah, M., Febriadri, F., Wiranto, W., & Erniati, E. (2026). Konstruksi Kritik Ilmiah terhadap Wacana Bahasa dan Sastra Digital dalam Perspektif Ahlussunnah Wal Jamaah. ISOLEK: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, Bahasa, Dan Sastra, 4(2), 248–264. https://doi.org/10.59638/isolek.v4i2.929

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama